Posted by: noora on: 1 October, 2007
Pengin cerita selama 6 bulan ASI Ekslusive
Awalnya aku liat spanduk2 di 2 puskesmas yang sering aku lewati (di daerah karang waru dan terban). Bunyi nya gini :
Berikan ASI thok selama 6 bulan…. unicef
Terus dikompori juga sama my beloved sister Riska (ibunya Lila)
Akhirnya browsing dan bergabung dengan milis sehat (sehat@yahoogroups.com)
Akhirnya kuputuskan untuk mau memberikan ASI ekslusif untuk anakku nanti. Waktu itu aku ga bayangin ribet2, cuma bilang ma suami >> suami oke dengan bukti mbeliin breastpump. Bukan merk yang terkenal medela pigean atau chico atau avent. produk lokal merknya Jenny harganya 9500 rupiah.
Akhirnya lahirlah Nayla via sectio karena posisinya yang ngga mapan. Rencana awalnya tanggal 12 Robiul Awal tapi karena ketuban pecah duluan jadinya tanggal 10 Robiul Awal bertepatan 29 Maret 2007.
Memang tidak bisa ELO alias Early Latch On alias Inisiasi menyusui dini alias bayi dibiarkan mencari puting susu ibunya dan disusui sesegera mungkin setelah lahir sebelum dimandikan.
Sampai hari ketiga ASI belum keluar jadi terpaksa disambung susu formula namun Nayla terus disusukan ke ibunya untuk merangsang agar cepat keluar dan reflek hisapnya terlatih. Baru pada hari ke-4 Nayla menyusu langsung sampai sekarang hehehheehe…
Dulu sempat nulis : disini
Tibalah waktunya pulang. sampai dirumah semuanya biasa2 saja. Melaksanankan aqiqoh dengan menyembelih kambing dan membagikan makanan ke tetangga2 dan sanak saudara.
Breastpump masih belum digunakan. pun dengan tempat penyimpanannya.
Pas deket2 hari-H masuk kerja baru deh kelimpungan.
Tapi jadi buruh tidak menyurutkan niatku untuk tetap memberinya ASI thok til selama 6 bulan.
Nayla 1.5 bulan dibawa ke klaten, pekalongan, dan semarang. Total nginep 2 minggu. pulang dari sana mulai bingung setengah bulan lagi masuk. Mulai belajar merah pake pump…. sakiiit banget, belajar pake tangan juga ga telaten… dah lama keluar hanya setetes.
Suatu hari mau ga mau Nayla harus ditinggal. kalo ditinggal kan musti ninggalin susu akhirnya diperahlah meski sakit tapi diperah juga.
Belum lagi sudah dikabari dari Jakarta kalo seminggu setelah masuk kantor harus ikut pelatihan di Jakarta selama 3 hari.
Akhirnya karena kepepet itu aku nyetok agak banyak… Tapi ludes des pas ditinggal ke jakarta yang harusnya 2 hari.
Dan ada kejadian si breastpump critanya mau aku steriliin dengan cara direbus tenyata bahannya jelek jadi tidak tahan panas jadilah mleyot2. Beli lagi yang electric bukan merk terkenal made in mana aja ngga tau ngga ada tulisan di kardusnya. Harganya 150rb alhamdulillah itu yang kupake sampai sekarang.
Untuk tempat penyimpanannya juga seadanya yang aku punya ya botol dari botol susu, gelas n mangkok Tupperware, gelas plastik, segala macem lah.
Kulkas satu pintu.
Cara meminumkan ASI perah dengan spout cup.
Jadwal merahnya : 2-3 kali. Istirahat pulang nyusuin. Kalo hari Jum’at ada sisa susu perah masuk freezer untuk persediaan minggu depan.
Kalo kebetulan travelling, di perjalanan tetap memerah sesuai jadwal.
Masalah yang sering dihadapi adalah ttg BAB dan pertumbuhan BB. Kalo anak ASI >2 bulan biasa jika dalam seminggu ia jarang BAB. Asalkan si anak mendapat ASI tok tanpa jus, bubur, buah, air putih, madu, atau campuran susu formula dan dia tidak rewel, ngga demam, tetep aktif dan ceria. Tenang aja nanti akan BAB juga karena ASI diserap optimal oleh tubuhnya.
Untuk pertumbuhan BB nya juga agak lambat (pesat di 3 bulan pertama dan selanjutnya sedikit2) karena memang kan sudah lebih aktif jadi ok2 aja yang penting naik. Info ini kudapat dari dari sharing para ibu asix dan dokter yang pro ASI. Soalnya sempet khawatir juga.
Ada kalanya kita merasa ASI kita menurun produksinya. Jangan panik tetep rilex. Banyakin makan dan istirahat, berpikir positif dan coba trik2 dari para moms. ada yang dipijat, atau dirangsang si puting agar dengan gerakan menghisap dsb lah. Dan jangan lupa berdoa karena dengan berdoa hati jadi tentram pikiran tenang dan Allah lah yang Maha Mengatur.
Tak luput bahwa kelancaran pemberian ASI exlusive adalah breastfeeding father. Suamikulah yang meyakinkan keluarga besar (terutama mertua) bahwa yang kami lakukan bukan coba-coba atau sekedar iseng tapi bener2 ada panduannya & Insya Allah besar manfaatnya.
Menyusui itu tidak gampang tapi juga tidak sulit.
Menyusui itu murah tapi tidak bisa sembarangan.
Kita musti tahan ketika keluarga bilang anak kita kurus karena asi aja atau karena nggak dikasih makan2. musti tahan kalo dibilang anak kita ngga lucu karena nggak gendut. musti sabar kalo dibilang kita menyiksa anak. ato kita dibilang neko-neko maunya susah. Dan yang bikin aku agak keder ada yang bilang ASI bisa rusak kalo disimpan di kulkas atau freezer.
Padahal…. dengan ASI (minimal aku merasa) :
* lebih praktis ga perlu bawa2 botol kalo pergi2.
* lebih sehat dan higinis karena langsung keluar dari sumbernya.
* lebih murah untuk susu baby <6 bulan.
* lebih berasa jadi ibu karena bikin bonding kita n anak kuat.
* lebih irit karena daya tahan si anak juga lebih kuat jadi jarang ke dokter.
Jadi ngga heran kalau breastfeeding membuat kita ketagihan.
Namun memang aku belum berpengalaman masih harus banyak belajar. Dan di Alquran pun diabadikan ttg menyusui hingga 2 tahun. Jadi perjuangan masih puaaaaaaaaanjang bo…. belum nanti adik2 nya Nayla Insya Allah….
Salut buat yang sudah berhasil. Doakan semoga bisa tetap memberikan yang terbaik untuk anak2.
Dan tidak mengurangi rasa hormat kepada para Ibu yang tidak/belum bisa menyusui karena ada kendala yang tidak semua orang sama. Semoga diberi kesabaran.
noora….nanya duuunx
ankaa kan susah banget pake sendok. mau sih, tapi dikit. jadi dah seminggu ini aku pakein dot yang peristaltik itu.
aku ada spout cup. bisa ga sih dipake baby umur 2 bulan?
6 November, 2007 at 4:57 pm
Aku Ibu dua anak, anak yang pertama alhamdulillah ASI exclusive suksek. Anak yang kedua 3 nov 2007 resmi menjadi sarjana ASI exclusive, sekarang aja setelah aku kasih MPASI susunya masih ASI, bikin bubur juga pakai ASI. Memang sih perlu perjuangan dan kesabaran yang besar buat seorang ibu jika ingin memberikan ASI ecxlusive. Aku sih bersyukur banget di kasih kesempatan sama Alloh untuk menerapkan hal ini sama anak-anakku. Pokoknya ASI is the besttttttt (mama Tasya dan Raihan)