Flek Paru alias TB Paru

Belajar n sharing di milis sehat :

Dear Doc’s n SP’s,

Saya mau sharing sekaligus mohon masukan. Maaf kalo mengulang topik tentang TB.
Diagnosa dari dsa pertama (sebut saja dr Dj untuk nayla/1th : PKTB (dokterya masih aja bilang flek si :( pdhl prof MPH ).
Dapet resep 2 obat (dijadikan puyer, ada 2 bungkus) :

  • INH mg 80 30 No xxx
  • Rifampicin mg 120 No xxx

kedua obat ini bakal diminum selama 6 bulan namun 1 bulan kedepan disuruh datang lagi untuk konsul sekaligus memperbarahui resep (kata beliau sesuai BB takaran resepnya).
Alasan saya konsul ke dr Dj karena dari hasil observasi selama beberapa bulan terhadap BB nya (nayla 1 th 7,3kg/69cm/46cm. BB lahir 3.2 kg. pd 3 bln 5.6kg. pd 6 bln 5,9kg.
pd 10 bln 7kg). kl di GC grafiknya naik namun mendatar dan saat ini sudah keluar grafik. Saya sebelumnya menahan diri untuk tidak ke dsa dan menggenjot asupan gizinya full kalori dan kaya zat besi.
pernah sekali sekalian imunisasi campak, dan diberi vitamin Ferlin. sempat saya minumkan meski tidak rutin.
Nafsu makannnya sekarang payah musti sabar dan telaten (kl ini 99% ibu2 pasti ngalamin ya :D).

Saya second opinion (krna dr Dj hanya melihat hasil x-ray thorax dan tes darah lengkap) ke dr A.
Oleh dr A diperiksa lebih detil dan penjelasannya mendekati mata kuliah yg sy dapet dr dosen milis sehat. Alhamdulillah saya jadi mahasiswanya.

  • benjolan di leher tidak ada
  • berkeringat di mlm hr iya (kl siang jg iya sampe mbahnya nayla bilang dia itu sugih/kaya keringet)
  • Tes Mantoux : indurasi 9mm
  • Sering sumeng2 meski bukan demam yang mengaganggu aktivitas
  • Analisa BB mendukung
  • riwayat kontak dgn penderita : curiga ke mbaknya nayla yg dulu dan skrg dah keluar krn pernah cerita kl kakeknya meninggal krn sakit paru2 sampai muntah darah.
  • vaksin bcg ada bekasnya
  • tidak ada batuk
  • batuk pilek jarang
  • menurut beliau hasil tes darah masih normal cma disuruh perbanyak zat besi ex sayuran ijo2 ma hati ayam u/ naikin hgb nya.
  • tidak diare tidak sembelit, tidak muntah.
  • anaknya aktif banget bahkan meja dokter berantakan n perawatnya cemberut krn nayla ngocehhhh teriak2 terus

Oleh dr A sy ditawari untuk observasi lagi 1 bulan ke depan kalo bb nya belum naik signifikan baru obatnya diminumkan. opsi kedua obat diminumkan sekarang kita lihat selama 2 bulan.
Jika BBnya naik pengobatan diteruskan selama 6 bulan.Tapi kalo tidak naik signifikan (sebulan 1 kg) dlm 2 blan mk stop obatnya. karena gelagatnya mau diberi vitamin (toh saya sudah observasi sendiri dalam beberapa blan terakhir).
saya putuskan pilih opsi kedua namun oleh beliau obat nya ditambah :

  • PZA mg 75 sehari 2 kali No LX

Kata apoteker di tempat saya menebus obat semuanya itu antibiotik.

nah obat belum diminumkan, namun sudah ditebus dan saya simpan copy resepnya.
Mohon sarannya doc’s dan sp’s : apakah tindakan saya sudah cukup rational dan kalopun memang TB apakah harus diminum 3 obatnya atau 2 saja?
Dan apakah tidak apa2 dibuat puyer krna memang tidak dicampur hanya digerus saja, 3 obat 3 bungkus?
Nayla jarang banget sakit bahkan tak satupun antibiotik masuk ke tubuhnya. Namun apa daya ternyata kuman ada dimana2 dan tidak bisa mengelak.

Berikut hasil lab :

  • PHOTO THORAx :corakan bronchovasculair kasar dgn infiltrat peribronchial (+), limfonodi hilu tampak prominent, Cor CTR<0.5
  • Urine Rutin : negatip semua kec leukosit (+)
  • Hematologi lengkap : semua di ambang batas normal LED 15 kec HGB 10,8. Mono 9
  • Tes mantoux : indurasi 9mm

=======================================================================

Tanggapan Mbak Ria ma dr Endah :

maaf mbak… soal tbc bukan area saya :-)
tapi yang saya inget, kalau ada masalah dg pertumbuhan badan, yangpertama
harus disingkirkan adalah ISK. apakah nayla udah pernah tes ini?
-ria-

Datanya sudah cukup lengkap, tinggal dimasukkan saja ke sistem skoring untuk diagnosis TBC pada anak, bisa ditemukan kalau search di google kok. Lalu, diskusikan kembali dengan dokternya, apakah dasar diagnosis TBCnya cukup kuat atau tidak. Jika perlu bisa second opinion ke DSA Pulmonologi. Jika memang TBC, obatnya 3 (rifampisin, INH dan pirazinamid) selama 2 bulan, lalu menjadi 2 (rifampisin dan INH) selama 4 bulan berikutnya.
Sambil menunggu diskusi selanjutnya dengan DSA, coba periksa kultur urine (urine rutin saja tidak cukup). Pastikan pengambilan sampelnya memadai (tanya dulu caranya ke laboratorium).
Mohon maaf jika tidak membantu
Endah

=========================================================================

Ada buku panduan lengkap tentang TB yang dikasih bundanya Aqeela judulnya buku panduan nasional TB. Bisa minta cariin lek’e google (keyword : panduan nasional TB). Disana ada scoring dalam menegakkan diagnosa TB juga. meski yang berhak menegakkan adalah dokter namun kita tidak salah jika kita tahu dan bisa berdiskusi.

Aku juga nemu artikel bagus dari ibudananak.com. Bisa buka disini

Yang sekarang aku masih bingung dan bertanya-tanya, plis help….. Tes urin rutin itu cukup ga si untuk screening awal adanya ISK atau tidak? atau harus kultur?